Malam semakin larut. Namun Elara tidak bisa tidur.Kata-kata Helior terus berputar di kepalanya seperti bisikan yang tidak mau pergi.Semakin dia mencintaimu… semakin mudah dunia ini hancur.Api kecil di perapian kamar Aelon mulai mengecil, meninggalkan cahaya redup keemasan yang bergerak pelan di dinding batu.Di sampingnya, Aelmon akhirnya tertidur.Meski satu tangannya masih melingkar di pinggang Elara seolah bahkan dalam tidur pun pria itu takut dirinya menghilang lagi.Elara menatap wajahnya diam-diam, tenang, lelah dan entah kenapa itu membuat dadanya semakin sesak. Karena semua orang terus mengatakan bahwa dirinya adalah awal bencana. 'Aku bencana' batin Elara, dadanya terasa nyeri.Namun saat melihat Aelmon seperti ini, Elara justru hanya melihat seseorang yang terlalu tulus mencintainya.Pelan-pelan Elara bergerak turun dari ranjang agar tidak membangunkan Aelmon, tapi baru satu langkah suara rendah pria it
Read more