Lampu operasi berwarna putih dingin menyinari tubuh Karsa yang terbaring kaku di atas meja logam.Dada pria tambun itu naik turun dengan ritme lambat karena pengaruh anestesi. Keringat dingin membasahi pelipisnya, membentuk genangan kecil di bantalan kepala.Leo berdiri di sisi kanan meja operasi dengan pisau bedah steril di jemarinya.Di ujung meja, selembar surat pelepasan hak kelola Pasar Induk tergeletak rapi bersama sebuah spidol hitam."Jaga denyut nadinya di angka enam puluh," perintah Leo pada Bidan Ayu yang berdiri di balik tirai kaca.Ayu mengangguk cepat, tangannya sibuk memantau monitor elektrokardiogram."Dokter, tekanan darahnya mulai tidak stabil karena nyeri kolik ginjal yang belum reda," lapor Ayu dengan suara tertahan.Leo tidak mempedulikan fluktuasi tekanan darah tersebut.Pria itu mendekatkan mulutnya ke telinga Karsa yang setengah sadar."Karsa, kau memiliki dua pilihan," bisik Leo dengan nada rendah dan dingin."Tanda tangani surat penyerahan pasar itu sekarang,
Read more