“Nabila basah kuyup, dia kedinginan, nggak ada yang nolongin dia,” ucap Aldo spontan. Matanya menatap lurus tajam tepat mengarah ke milik Fahmi. Ucapan Aldo barusan terasa dingin sekali. Harga diri Fahmi seperti dirobek dengan pisau tajam. Kekesalan Aldo memuncak saat melihat Fahmi yang datang terlambat, namun, ia masih menahannya sebisa mungkin. Ia takkan adu jotos dengan Fahmi, hanya ingin memaki-maki saja. Tapi, tidak mungkin juga melakukannya di sini. Fahmi membalas tatapan Aldo, meskipun ia sendiri sangat tersinggung dengan perkataannya barusan. Namun, memang benar apa yang dikatakan tersebut. Buat apa juga ia marah, memang ini kesalahannya tak bisa melindungi dan menjaga Nabila. Fahmi mengusap wajahnya, dan mengembuskan napas dengan berat. Di saat seperti ini, banyak permasalahan yang harus ia tangani, sampai-sampai kurang memperhatikan Nabila. Memang semua ini di luar kendalinya, namun ia
Read more