Fahmi menahan tangan Nabila dengan lembut, tanpa harus mencengkeram, tapi dapat menguatkan tumpuan tangannya dan membuat tubuhnya berhasil duduk di ranjang. Namun, ada hal yang membuat jantung berdetak dengan tempo yang lebih cepat, yaitu wajah mereka yang berdekatan, bahkan dekat sekali. Jarak antara keduanya hanya beberapa centi meter saja, bahkan embusan napas Fahmi yang lembut dan aroma tubuhnya dapat Nabila rasakan. Dalam beberapa detik, gadis itu menikmatinya, terasa candu. Nabila sempat menahan napasnya, ia merasa seperti membeku, walaupun jujur saja berada sedekat ini membuatnya terbuai. Posisi yang sedekat ini tentu saja mengundang hal-hal yang mengarah ke hanya orang dewasa yang paham. Apalagi sekarang di ruangan ini hanya ada mereka berdua saja. Jika, Fahmi adalah laki-laki yang tidak taat beragama, dan bergaya hidup bebas, sudah dapat dipastikan, mungkin saja Nabila sudah dilahapnya. Namun, seorang Fahmi tak
Baca selengkapnya