Jet pribadi itu mendarat mulus di landasan pacu. Begitu pintu kabin terbuka, Kael langsung menggenggam erat tangan Althea, menuntunnya turun menuju deretan mobil hitam yang sudah bersiap di dermaga bandara."Kita tidak langsung pulang ke tempat tinggalmu, Kael?" tanya Althea saat mereka baru saja duduk di kursi belakang mobil mewah yang kedap suara."Tidak, Sayang. Kita langsung menuju ke butik," sahut Kael. Pria itu menarik Althea ke dalam pelukannya, merengkuh pinggang wanita itu tanpa membiarkan ada jarak sedikit pun."Butik? Bukankah ini terlalu cepat? Kita baru saja mendarat," protes Althea pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Kael."Pernikahan kita tinggal dua hari lagi, Althea. Semakin cepat gaunmu siap, semakin cepat kamu resmi menjadi milikku," desis Kael rendah di dekat telinga Althea, memberi kecupan singkat di pelipisnya.Mobil meluncur kencang menembus jalanan kota. Tak butuh waktu lama, kendaraan mewah itu berhenti tepat di depan sebuah butik gaun pengantin bernu
Read more