Bab 93. Menjelang Pembukaan Makam.Fajar perlahan menyingsing di atas Kota Yang. Cahaya matahari pertama menembus celah jendela, menerangi ruangan yang sejak semalam dipenuhi hawa dingin. Di tengah kamar, Tian Fan masih duduk bersila dalam posisi lotus. Embun tipis yang semula menyelimuti lantai perlahan menguap, sementara dua aliran Qi berbeda yang berputar di sekeliling tubuhnya kembali memasuki dantian dengan tenang.Beberapa saat kemudian, kelopak matanya perlahan terbuka. Sepasang mata itu memancarkan kilatan yang jauh lebih tajam dibanding sebelumnya.Tian Fan menghembuskan napas panjang. Udara dingin yang keluar dari mulutnya berubah menjadi kabut putih sebelum perlahan menghilang.Ia menundukkan kepala, lalu mengarahkan kesadaran jiwanya ke dalam dantian. Di sana, dua inti spiritual masih berputar perlahan. Satu berwarna merah keemasan, memancarkan panas yang agung laksana matahari. Satu lagi berwarna biru keperakan, dingin dan tenang seperti es abadi.Tian Fan memandang ked
Baca selengkapnya