“Fadil, kasus kamu ini sudah menyebar ke mana-mana. Media online, media sosial, semuanya membahas soal penganiayaan ini. Kita benar-benar harus berhati-hati sekarang. Langkah kita dipantau banyak orang,” ucap Kartika—ibu Fadil—mencondongkan badannya ke depan, menatap anak sulungnya di ruangan khusus kunjungan tahanan.Fadil duduk di balik meja kayu panjang dengan pakaian tahanan. Rambutnya berantakan. Wajah yang biasa rapi kini dipenuhi bayangan jenggot tipis yang tak terurus, meski tak melunturkan wajah angkuhnya. Di depannya, Kartika duduk dengan wajah tegang.Di samping Kartika, dua adik laki-laki Fadil, Gandi dan Topan, ikut mendampingi dengan ekspresi yang sama beratnya.Fadil mendengus, menegakkan bahunya. “Shanum kayaknya sengaja membesarkan masalah ini.”“Jangan menyalahkan Shanum dulu!” potong Gandi—adik pertamanya—mulai meninggi.Ia menatap kakaknya dengan sisa rasa tak percaya. “Mas, aku mau tanya langsung sekarang. Jawab yang jujur. Apa benar berita di luar sana? Apa benar
Baca selengkapnya