“Kita bicara,” gumam Sora pada Figo sambil berlalu pergi menuju lantai dua usai meletakkan barang belanjaan di meja.Figo menurunkan Shopie perlahan. “Papa bicara dulu sama Mama, ya.”“Hm!”Figo menyapa ayah dan ibu mertuanya yang duduk di sofa dengan anggukkan sopan. Hardiyata menatapnya penuh peringatan, agar Figo tidak menyakiti putrinya kembali.“Saya tidak akan menyakitinya, Dad,” pungkas Figo sebelum bergegas menyusul Sora ke lantai dua. Setibanya di sana, dia melihat wanita itu tengah berdiri sambil menatapnya dingin. “Sora.”“Kenapa kamu melakukannya?” desis Sora, dingin.Figo berdiri tepat di hadapan wanita itu. Satu alisnya terangkat. “Melakukan apa maksudmu, hm?” Suaranya pelan dan tenang.“Selama ini kamu tahu aku koma?”Figo diam sejenak, lalu mengangguk. Tatapannya berubah nanar seolah kata ‘koma’ terdengar begitu menyakitkan.Sora seketika mengeluarkan suara setengah mendengus dan setengah tertawa. “Dan kamu ada di Berlin? Rutin menemui Shopie dan datang ke rumah ini?”
Read more