LOGINFigo melemparkan sebuah dokumen di hadapan Sora. “Kita akan bercerai enam bulan lagi. Aku nggak akan berubah pikiran,” ucapnya, dingin. Sora menatap dokumen itu tenang. “Baik. Aku juga ingin semuanya segera berakhir.” Sora lelah dengan pernikahan ini. Selama hampir lima tahun menjadi istri Figo, Sora hanya hidup dalam bayang-bayang kebencian pria itu. Tidak ada cinta. Tidak ada kehangatan. Di mata Figo, Sora hanyalah perempuan licik yang mengacaukan hidupnya. Namun, ketika perceraian di depan mata, Figo tiba-tiba berubah.
View More“Maaf merepotkan,” gumam Sora sembari meremas jemarinya yang bergetar dan dingin. “Karena kejadian ini kencan kalian harus batal.”Perempuan yang tengah menyetir mobil milik Ryan itu pun tersenyum kecil. “Nggak apa-apa, Bu. Saya mengerti, kok. Keadaannya memang sedang darurat.”“Ryan beruntung sekali punya kamu.” Sora berusaha tetap tenang dan tersenyum kendati gemuruh di dalam dadanya semakin hebat. “Siapa nama kamu?”“Panggil saja Amara, Bu.”Sora mengangguk. “Salam kenal, Amara.”Amara menoleh sejenak dan kembali tersenyum. “Bu Sora tetap tenang, ya. Suami Ibu pasti baik-baik saja.”“Hmm. Aku harap begitu.”Sora menghela napas berat lalu menatap ke luar jendela dengan perasaan takut dan khawatir.Rasa kesal serta kecewa yang sempat dia rasakan untuk Figo tadi, kini lenyap dan berganti dengan penyesalan.Menyesal karena telah berprasangka buruk pada pria yang selalu berusaha membuktikan kesungguhannya itu.TIIN! TIINN!!!Amara membunyikan klakson kencang-kencang saat seseorang tiba-
Sora menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Tersenyum seraya mengusap lembut hair pin sakura pemberian Figo yang menghiasi rambutnya.Lalu memasukkan cermin itu ke dalam tas dan melirik arloji sejenak. Sudah tiga puluh menit dia duduk di sini. Tetapi Figo tak kunjung datang.Meski begitu Sora masih sabar menanti.Mungkin pria itu terjebak macet.Atau mungkin Figo mendadak ada meeting jadi dia terlambat, dan mungkin Figo sempat mengirim pesan padanya atau menghubunginya, tetapi karena jaringan di ponselnya hilang jadi Sora tidak tahu.Sora tetap berpikir positif.Namun, satu jam kemudian. Pria itu masih tak kunjung datang.Sora mulai hilang kesabaran.Akhirnya Sora memanggil staf yang tadi mengantarnya lalu meminjam ponsel miliknya. Sora menghubungi nomor telepon Figo menggunakan nomor staf tersebut.Akan tetapi tidak aktif.“Ada apa dengan dia?” gumam Sora dengan bingung.Sesaat kemudian Sora menghubungi Ryan. Tersambung. Hanya saja Ryan tidak mengangkat panggilan itu.“Apa merek
Figo menatap Rolex di pergelangan tangan kirinya sejenak.Pukul 16.55.Bibirnya mengulas senyum kecil, sebab waktu pertemuannya dengan Sora semakin dekat.Figo langsung menutup laptop dan beranjak dari meja kerja. Kakinya melangkah masuk ke dalam ruang istirahat untuk memperbaiki penampilan.Entah sejak kapan Figo merasa ingin selalu terlihat sempurna di mata Sora.Jarak dari Wiranegara Group ke Moonrise Hotel tidak terlalu jauh. Waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit. Jadi seharusnya Figo tidak akan terlambat.“Kita ketemu jam tujuh, Sayang. Aku jemput kamu ke apartemen nanti.”Satu alis Figo terangkat saat mendengar sekretarisnya berbicara mesra dan lembut di telepon, sesaat setelah Figo keluar dari ruangannya.“Jangan khawatir, aku akan minta izin atasanku untuk pulang lebih cepat biar nggak terlambat. Hm? Kita makan malamnya di mana? Nggak bakal aku kasih tahu. Namanya juga surprise.” Ryan terkekeh kecil.Ehem!Deheman keras Figo membuat Ryan seketika menegakkan punggungnya. Lalu
Sora tersenyum menatap box hitam kecil yang dihiasi pita gold dalam genggamannya. Itu hadiah ulang tahun untuk Figo, yang akan dia berikan nanti malam.Sora kemudian memasukkan kotak itu ke dalam tas yang akan digunakan hari ini.Setelah itu dia keluar dari kamar, masih mengenakan piyama satin putih di atas lututnya. Mengecek Shopie yang masih terlelap di kamarnya yang berdampingan dengan kamar utama.Kemudian turun ke dapur dan menemukan sosok pria bertelanjang dada tengah berjibaku dengan alat masak.Pipi Sora merona merah memperhatikan otot keras yang terpahat di punggung dan lengan pria itu.“Masak apa?” tanya Sora sambil berjalan menghampiri. Figo langsung menoleh, tersenyum kecil. “Sudah bangun?”“Hmm.”“Aku bikin omelet sama roti panggang,” ujar Figo seraya menunduk lalu mengecup bibir Sora sejenak. “Aku juga bikin jus jeruk buat kamu.”Sora mengintip ke arah wajan di depan pria itu. “Kelihatannya enak,” gumamnya, lalu melingkarkan kedua tangan di perut Figo dan menempelken pi
“Tolong jaga baik-baik flashdisk ini buat aku,” ucap Figo, “kamu satu-satunya orang yang aku percaya. Jangan sampai datanya bocor. Karena nasib keluargaku ada di sana.”Sora tertegun seraya menatap benda kecil berwarna hitam polos di telapak tangannya itu. Lalu perlahan jari-jarinya mengepal, mengg
Figo mengempaskan dirinya di kursi dan mengembuskan napas kasar setibanya dia di ruangannya. Kemudian melonggarkan simpul dasinya yang terasa mencekik leher.Figo tak pernah menemukan ketenangan setelah bertemu dengan Sora. Wanita itu selalu punya seribu cara untuk melawannya dan membuatnya kehilang
Sora mengerutkan kening, merasa bingung kenapa Figo tiba-tiba membahas kehidupan pribadinya. Padahal pria itu paling anti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Sora.Sora lalu menatap Figo dingin. “Kalau kamu datang ke sini cuma untuk mengawasi siapa yang berdiri di dekatku,” ujarnya tena
Sora melangkah masuk ke ruangan kerjanya. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat ruang kosong di depan meja.Kedatangan Figo kemarin ke ruangannya masih menyisakan sesak di dalam dada Sora.Deringan ponsel yang berbunyi nyaring mengeluarkan Sora dari keterdiamannya.Seulas senyum kecil terl






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore