Bee sudah tertidur lelap di pangkuan Ariana, napas kecilnya berhembus teratur. Di sisi lain meja, Boo pun tidur nyaman di pangkuan Nicholas yang menopangnya dengan sebelah lengan. Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar mengenai masalah ENKA, Nicholas menatap Ariana lekat. "Kau yakin aku pasti akan menuruti permintaanmu?" tanya Nicholas pelan agar tak membangunkan anak-anak. "Tidak," jawab Ariana singkat. Nicholas diam sejenak, menatap Ariana yang tak memohon padanya. Ia lalu melirik jam tangannya. "Sudah larut, kedua anakku harus tidur dengan nyaman di kamarnya," ucap Nicholas. Pria itu berdiri merengkuh Boo ke dekapannya tanpa membuat balita itu terbangun, lalu melangkah ke luar. Ariana bergegas membopong Bee dan mengekor di belakangnya. Di luar, asisten pribadi Nicholas sudah siap menunggu. Nicholas menoleh sedikit ke arah Ariana. "Berikan kunci mobilmu padanya. Aku akan mengantar kalian." Ariana mengernyit, "Tidak perlu repot-repot. Bee dan Boo bisa la
Read more