"Edward, batalkan perintah itu! Kau tidak tahu apa yang sedang kau hadapi! Jangan gegabah!" pekik Marlina, suaranya melengking panik di dalam kabin mobil yang melaju kencang. Tangannya mencengkeram kuat lengan kanan Edward, berusaha merebut ponsel yang masih menempel di telinga pria itu. "Diam, Marlina! Rendra, kau dengar perintahku, bukan?! Siapkan semuanya sekarang!" bentak Edward ke arah ponselnya, sama sekali tidak mengindahkan tarikan kasar pada lengannya. Setelah memutuskan sambungan telepon, ia membanting setir ke pinggir jalan dan menginjak rem dengan mendadak. Ckiieeeek! Tubuh keduanya terdorong ke depan dengan keras sebelum tertahan oleh sabuk pengaman. Edward memutar tubuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Marlina dengan pandangan yang sarat akan kemurkaan dan harga diri yang terluka hebat. "Kenapa kau terus menahanku, Marlina?! Kenapa kau seolah terus-menerus mencoba melindungiku dari ayahmu, bahkan dari bajingan seperti Leo?!" raung Edward, napasnya memburu, dadan
Baca selengkapnya