"Aku tidak butuh ancamanmu untuk membuatku menjaganya, David," sahut Edward, suara baritonnya yang mantap memotong kesunyian malam dengan dominasi yang begitu melekat. Ia melangkah maju, memperpendek jarak hingga berdiri tepat di hadapan gembong mafia tertinggi itu. "Aku berjanji padamu, demi sisa napas dan detak jantungku, aku akan mencintai, menyayangi, dan melindungi Marlina dengan segenap hatiku. Tidak akan kubiarkan siapa pun, termasuk diriku sendiri, menyakitinya lagi." David Andreas menatap lekat sepasang mata elang Edward, mencari setitik keraguan atau ketakutan di sana. Namun, yang ia temukan hanyalah ketegasan mutlak yang mengkristal tanpa cela. Setelah keheningan panjang yang mendebarkan, David akhirnya mengembuskan napas panjang dan mengangguk pelan. "Kuharap kata-katamu bisa dipegang, Mahesa. Karena jika tidak, kau tahu persis apa konsekuensinya." "Kau bisa memegang ucapanku, Tuan Andreas," balas Edward, senyuman tipis yang sarat akan keyakinan terukir di bibir tegasnya
Baca selengkapnya