"Edward, sakit... Hhh... ini benar-benar sakit, Keparat!" jerit Marlina, seluruh tubuhnya gemetar hebat di atas brankar rumah sakit yang sedang didorong cepat membelah koridor instalasi gawat darurat. Jemari lentiknya mencengkeram kerah kemeja putih Edward dengan cengkeraman yang begitu kuat, hingga kancing teratas kemeja suaminya itu terlepas putus entah ke mana. "Iya, sayang, aku di sini! Tahan sebentar, kumohon tahan!" suara Edward bergetar hebat, wajah tampannya yang biasa tenang dan berwibawa kini pucat pasi dipenuhi keringat dingin. Ia ikut berlari di samping brankar, membiarkan lehernya ditarik kasar oleh sang istri. "Rendra! Mana dokternya?! Kenapa koridor ini begitu panjang, hah?!" "Dokter spesialis sudah menunggu di dalam ruang persalinan, Tuan!" sahut Rendra yang ikut berlari di belakang bersama belasan pengawal yang membuat barikade steril di sepanjang koridor rumah sakit milik keluarga Mahesa tersebut. Di belakang mereka, derap langkah kaki yang heboh ikut menggema. Ka
Mehr lesen