" Sudah, tenang dulu. "Noah duduk dengan dada yang naik-turun, napasnya masih menggebu-gebu menahan amarah bahkan wajah dan telinganya sudah memerah.Disampingnya Tamara duduk, dia masih mencoba untuk meredam amarah suaminya. Sementara Nyonya Petherson, dia juga duduk tak jauh dari mereka.Jika padanya Evelyn sudah tidak takut, maka jawabannya adalah Noah. Hanya dia yang bisa membuat gadis nakal itu tunduk. " Kakak... " suara Evelyn terdengar pelan, dia menggigit bibirnya yang terasa kelu.Ah, kenapa disaat seperti ini mulutnya seperti terkunci. Berbeda saat mereka berduaan, rasanya dia ingin terus mendesah.Hey, hilangkan dulu pikiran kotormu Evelyn, kau sedang diambang kematian.Keduanya berdiri di hadapan Noah, Mack yang sedari tadi diam saja tiba-tiba berlutut di hadapan Noah.Semua orang terkejut melihat aksi pria kaku tersebut, tak terkecuali dengan Noah. Tapi, dia tetap menutupi rasa terkejutnya dengan wajah penuh amarah." Mack, kau jangan berlutut. Jangan seperti ini. " Eve
Baca selengkapnya