Setibanya di kamar, Tamara memilih untuk membersihkan diri. " Aku saja yang berlebihan mungkin. " Dia berusaha menepis perasaan dalam dirinya, menyelesaikan kegiatan mandi. Namun, hati dan pikirannya tidak sejalan. Noah yang menunggu Tamara keluar merasa tidak sabar, dia menerobos masuk dan menghampiri istrinya yang tengah terisak dengan berjongkok." Sayang, maafkan aku. Aku tidak sengaja memeluk Selena. " serunya sambil merengkuh tubuh Tamara.Bukan berhenti, tangis Tamara justru semakin pecah. Dia cemburu, marah, tidak suka saat Selena memeluk suaminya dengan bebas.Kedua kakinya sudah kedinginan, Noah segera membawanya ke tempat tidur. Dia mendudukkan Tamara di pangkuannya, pandangan mereka bertemu.Tatapan sendu penuh air mata milik Tamara, menatap ke arah manik penuh penyesalan Noah. " Aku tidak suka, aku benci saat kau memeluk Selena. " ungkapnya tanpa di tutupi lagi.Noah menghembuskan napas beratnya, dia tahu dan rasa bersalah memenuhi seluruh benaknya. " Maafkan aku, sayan
Baca selengkapnya