“Hah?! Menunggu Velove?! Tugas selanjutnya?! Kamu jangan macam-macam ya, Damian! Kamu mau membunuhku secara tidak langsung didepan Velove?!Kalau dia tahu bos yang selama ini aku ceritakan sebagai pria otoriter, menyebalkan, dan tukang gempur di ranjang itu ternyata kakak kandungnya sendiri, dia bisa pingsan di tempat!Dan aku... Aku bisa didepak dari daftar sahabatnya!” cerocos Bianca panjang lebar tanpa jeda, ekspresi wajahnya tampak cemas yang berlebihan.“Dia tidak akan marah,” ucap Damian, jarinya dengan tenang menekan deretan angka kode pintu apartemen.BIP.. Pintu terbuka perlahan, Damian melangkah masuk ke dalam unit apartemen, masih dengan Bianca yang berada di dalam gendongannya.Ia membawa gadis itu langsung menuju kamar utama, meletakkannya di atas ranjang dengan sangat hati-hati.“Cepat mandi air hangat, ganti pakaianmu,” perintah Damian, matanya melirik ke arah dress emerald Bianca yang sedikit kusut
Mehr lesen