"Mas, tenangkan dirimu. Pliss …." Pinta Aluna, mengusap dada bidang suaminya sambil menatap memohon pada Kaizen. "Aku tahu tahu putra kita salah, tetapi setidaknya Kakak sudah jujur pada kita, Mas," tambah Aluna, menatap was-was campur takut pada suaminya, "mengenai Vanessa, aku tidak apa-apa, Mas. I-itu hanya masa lalu yang perlu kita lupakan. Toh, Sera tidak sama seperti Mamanya." Situasinya sangga tegang, amarah Kaizen terasa memenuhi ruangan ini—membuat suasana terasa seram dan mengerikan. Kaizen memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Kaizen membuka mata, langsung menatap tajam pada Xaveir. Tatapan Kaizen terasa membunuh dan menyeramkan, membuat Kaina yang duduk di sebelah kakaknya secara bergeser ke sudut sofa. Dia merasa ikut ditatap oleh daddy-nya, makanya dia bergeser ke sudut sofa. "Jadi …." Kaizen bersuara, nadanya berat dan penuh intimidasi, "apa Diego sudah melunasi utangnya padamu?" Xavier menggelengkan kepala. "Tidak, D
Read more