"Sera, akhirnya kau muncul juga," ucap Tristan dengan nada lembut dan senang, menatap bahagia pada Sera. Sera menggaruk pelipis sambil menatap ke sekelingin dengan raut muka canggung. Damn it! Sera menyesal datang ke sini. See? Mata si Mak lampir sudah seperti ingin mengulitinya secara hidup-hidup. "Wah, Sayang, kamu semakin cantik saja," ucap seorang wanita, tak lain adalah ibu Tristan. Sera mau tak mau menghampiri dan menyalam. Bagiamana pun orang tua Tristan baik padanya dan masih kerabatnya. "Salam, Tante, Paman," ucap Sera, sambil menyalam Tania dan Vian (orang tua Tristan secara bergantian). Namun, dia melewati Ttristan begitu saja, Sera langsung duduk di sebelah Viviana—adiknya yang langsung senyum cerah padanya lalu memeluk tangannya secara erat. "Karena Sera sudah di sini, anggota keluarga sudah lengkap, jadi kita mulai saja," ucap Vian, ayah Tristan. "Yah, silahkan." Diego menyambut dengan baik."Jadi kedatangan kami ke sini untuk melamar salah satu putrimu, Diego," un
Read more