MasukDi pesta pernikahan kakek neneknya, Aluna Rasya Adam dijebak oleh seseorang dengan cara memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Aluna. Beruntung saat seseorang itu berniat mencelakainya, Aluna berhasil melarikan diri dan bersembunyi dalam mobil seorang pria. Namun, bahaya belum berhenti. Obat itu bereaksi dan membuat Aluna berakhir tidur dengan pria pemilik mobil, di mana pemilik mobil tersebut bukan sembarang orang. Pria itu adalah Kaizen Xavier Adam, penguasa dingin yang terkenal cuek dan disegani banyak orang. Kabar buruknya, pria itu masih berkerabat dengan Aluna, Kaizen adalah om-nya. Setelah malam panas itu, Aluna berupaya bersembunyi supaya tidak berurusan dengan pria dingin itu. Akan tetapi takdir berkata lain, Kaizen berakhir menjadi jodohnya. Suami dingin VS istri plenger? Bisakah mereka terus bersama? Siapakah dari mereka yang lebih dulu jatuh cinta? "Aku masih anak kecil, Om. Jangan!" Aluna Rasya Adam. "Tidak masalah. Sentuhanku bukan hanya membuatmu dewasa tetapi bisa langsung membuatmu menjadi ibu." Kaizen Xavier Adam.
Lihat lebih banyak"To-tolong jangan macam-macam padaku," cicit Sera, menatap Xavier dengan sangat panik dan takut setengah mati. Satu tangannya memegang kuat handuk supaya tidak lepas, lalu satu lagi ia jadikan penopang agar ia bisa duduk. Rasa panik Sera semakin menjadi-jadi ketika melihat Xavier melepas kemeja sambil menyunggingkan smirk tipis padanya. "Macam-macam itu apa, Nagos?" tanya Xavier dengan suara serak, mulai naik ke atas ranjang dan merangkak mendekat pada Sera yang bergeser mundur. "Ki-kita sudah sepakat. Ja-jangan lupa," cicit Sera lagi dengan suara bergetar. Dia ketakutan saat Xavier mendekat padanya. "Kenapa kau sangat ketakutan, Heh? Aku suamimu!" dingin Xavier, mencengeram pipi Sera lalu mengangkatnya supaya perempuan ini menatapnya. "A-aku tidak masalah. Ta-tapi kita harus menikah ulang dulu." cicit Sera, bersama dengan air matanya yang jatuh—saking takutnya. Dia memang takut disentuh oleh Xavier, apalagi setelah dia melihat benda pusaka milik pria ini yang … ugh! Apa benda se
"Kamarmu bukan di sini," ucap Xavier sambil menatap dingin pada Sera yang sudah duduk di pinggir ranjang Kaina. Xavier tak melangkah masuk, dia hanya berdiri di samping pintu—menyandar pada dinding sambil bersedekap di dada. "Bukannya kamu bilang, Kak Xavier bolehin kamu ke sini," gumam Kaina, menatap Sera dengan kening mengerut. "Hehehe …." Sera cengengesan pada Kaina, mau tak mau dia bangkit dari pinggir ranjang lalu menghampiri Xavier. Sejujurnya Sera tak ingin kembali ke lantai empat. Akan tetapi dia sangat takut pada Xavier, dia takut Xavier menyeretnya dari kamar ini ke lantai empat. "Sudah jam sepuluh malam, Kai. Segera tidur," titah Xavier pada adiknya, setelah Sera berada di sebelahnya. "Baik, Kak," jawab Kaina pelan sambil menganggukkan kepala. Xavier menarik Sera agar ikut dengannya. Namun, sebelum pergi dia menutup pintu lebih dulu. *** "Mandi." Xavier memberikan peringati. Sera menganggukkan kepala, dia patuh dan menurut. Namun, karena dia takut Xavier i
"Aku yakin sekali, Kak Xavier juga bakalan mendukung." "A-aku ragu," ucap Sera dengan nada yang mendadak serak dan rendah. Dia memang sangat ingin lanjut S2 karena Sera sesuka itu menimbah ilmu. Namun, apa daya, dia telah menikah dengan Xavier dan ternyata pria itu tak mau melepasnya. Ayahnya juga menuntutnya supaya menjadi istri yang sesempurna mungkin untuk Xavier. Entah apa rencana ayahnya sehingga ayahnya memaksanya tetap bertahan di sisi Xavier. Ayahnya selalu bilang demi keamanan. Akan tetapi demi keamanan apa? Intinya ayahnya serakah pada harta dunia dan kekuasaan. Keamanan untuk Sera?! Itu bullshit! Ayahnya ingin mengamankan bisnisnya sendiri. "Oh iya, mengenai kecelakaan Mas Xavier, itu … gara-gara temannya yah?" tanya Sera. Niatnya ingin mengalihkan topik. Tapi dia juga sangat penasaran dengan hal ini. Tadi, sebelum makan malam di mulai, ayah mertuanya membahas ini dengan kepercayaannya dan juga Xavier. Sayangnya, Sera tak mendapatkan informasi lengkap tentang kecelak
"Aku boleh tidur di sini yah dengan kamu. Pliss!" pinta Sera dengan nada memohon, menyatukan tangan sambil menatap sayu campur sendu pada Kaina. Saat ini Sera ada di kamar Kaina. Dia bersembunyi di sini karena takut pada Xavier. Jika Sera lari ke rumah ayahnya atau apartemen, jelas dia tidak akan selamat. Pasti Xavier akan menyusul lalu …-Namun, di kamar Kaina, sepertinya dia bisa selamat dari pria setengah iblis yang penuh jebakan serta tipu daya tersebut."Tidur di sini?" Kaina mengerutkan kening sambil menatap bingung pada Sera yang duduk di depannya—atas ranjang, "loh, kan kamar Kak Xavier luas dan nyaman. Apalagi di lantai empat ada balkon luas yang dilengkapi taman mini sama perpustakaan. Lantai 4—khusus lantai Kak Xavier, Fasilitas paling lengkap. Apa tetap nggak bikin betah kah?"Itu benar! Lantai 4 adalah pantai khusus untuk Xavier yang suka menyendiri dan butuh ketenangan ekstra. Sedangkan Kaina berada di lantai yang sama dengan orang tuanya, lantai 3. Kamarnya dan ruang k
"Elleh." Sza menatap Aluna dengan mata berang, "katanya mau cerai?" ucapnya. Saat ini Aluna dan Sza berada di kursi tunggu rumah sakit. Kaizen sedang menemui dokter yang memeriksa Aluna untuk menanyakan kondisi Aluna agar lebih pasti dan meyakinkan. "Syuut! Pelan-pelan! Ada Pak Alan," bisik Aluna
"Karena Mas Zen sudah baik padaku, membantuku untuk mengantar bukti rekaman CCTV, hari ini aku mau masakin serba udang buat dia. Umm … sepertinya udang garlic butter enak," monolog Aluna, berjalan antusias ke dalam rumah. Dia baru pulang dari tempat kerja. Sekalipun wajahnya sudah terlihat lelah aka
Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka
"Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak