MasukDi pesta pernikahan kakek neneknya, Aluna Rasya Adam dijebak oleh seseorang dengan cara memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Aluna. Beruntung saat seseorang itu berniat mencelakainya, Aluna berhasil melarikan diri dan bersembunyi dalam mobil seorang pria. Namun, obat itu bereaksi dan membuat Aluna berakhir tidur dengan pria pemilik mobil, di mana pemilik mobil tersebut bukan sembarang orang. Pria itu adalah Kaizen Xavier Adam, penguasa dingin yang terkenal cuek dan disegani banyak orang. Kabar buruknya, pria itu masih berkerabat dengan Aluna, Kaizen adalah om-nya. Setelah malam panas itu, Aluna berupaya bersembunyi supaya tidak berurusan dengan pria dingin itu. Akan tetapi takdir berkata lain, Kaizen berakhir menjadi jodohnya. Suami dingin VS istri plenger? Bisakah mereka terus bersama? Siapakah dari mereka yang lebih dulu jatuh cinta? "Aku masih anak kecil, Om. Jangan!" Aluna Rasya Adam. "Tidak masalah. Sentuhanku bukan hanya membuatmu dewasa tetapi bisa langsung membuatmu menjadi ibu." Kaizen Xavier Adam.
Lihat lebih banyak"Astaga, pertanyaan macam apa ini?" tanya Arsenio, langsung memijat pelipis lalu menatap tak habis pikir pada Aluna. "Mengapa kau bisa kepikiran untuk menanyakan hal seperti ini, Heh?""Karena …-" Aluna diam sejenak, menanpilkan ekspresi serius, "aku merasa dikelilingi oleh orang gila. Gilbert masih menerorku sampai sekarang dan Mas Kaizen … aku pikir dia itu pria baik di jalan kebenaran, terang benderang tanpa sisi gelap. Ternyata … dia tidak beda jauh dengan pria Azam.""Semua manusia punya sisi gelap." Arsenio berkata rendah, "manusia punya bayangan," tambahnya. "Is, bukan itu maksudnya, Paman." Aluna memutar bola mata dengan jengah. "Hah." Arsenio menghela napas panjang, "kenapa kau bisa berpikir kalau Kaizen punya sisi gelap? Apa ada sesuatu yang kau temukan, Hum?" tanya Arsenio, wajahnya terlihat tenang akan tetapi dalam kepala otaknya sedang waspada. Bagaimana jika Aluna mengetahui sesuatu tentang Kaizen? Bagaimana jika sesuatu yang telah disembunyikan selama ini, diketahui
"Aluna, tolong pelankan suara kamu. Yang kamu kata-katai ini orang tua," peringat Vanessa, menetap dingin campur tak suka pada Aluna yang habis-habisan mengata-ngatai mama dan adiknya. "Ngapain aku pelanin suara?! Ini rumahku, kalian yang datang ke sini," ucap Aluna dengan nada sinis, menatap Vanessa kesal, "dan kamu Nenek, sekali lagi kamu menuduhku, aku bakalan penjarakan kamu. Sekalian anakmu si Laudia itu, aku juga bakalan angkat kasusnya dan pastikan dia membusuk di penjara!" tambah Aluna, seketika membuat Kika dan Vanessa melebarkan mata dengan ekspresi wajah tegang campur takut. "A-Aluna, tolong ja-jangan penjarakan Tante dan Laudia. Tante minta maaf padamu, Tante ha-hanya terlalu frustasi dengan semua yang terjadi. Tante mohon, tolong maafkan Tante," ucap Kika, memohon maaf pada Aluna karena takut dirinya dan putrinya dipenjarakan oleh Aluna. "Duduk," titah Kaizen, menarik tangan Aluna dengan sekali sentakan sehingga Aluna kembali duduk di sebelahnya. "Aku sepakat dengan
"Kok jadi aku, Tan?" "Aluna tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan putrimu. Jangan menuduh ataupun menyalahkan menantuku atas keburukan putrimu," dingin Kaze, menatap tajam pada Kika. "Iya, Ki. Aluna sama sekali tidak bersalah, bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan Laudia. Kenapa kamu jadi menyalahkan menantuku?" ujar Naia, suaranya mendadak tidak bersahabat di akhir kalimat. Dia tak terima menantunya disalah-salahkan. "Aku tidak menyalahkan menantumu sepenuhnya, Nai. Tapi … aku merasa dia andil dalam masalah ini. Jika bukan karena dia yang menyebar video itu, pasti suamiku masih hidup dan putriku tidak akan gila. Tolonglah, jangan terlalu membela menantumu. Aku tahu kamu sangat ingin punya putri karena kamu pernah kehilangan, tapi bukan seperti ini caranya, Naia. Toh, Aluna itu hanya menantu kamu, masih disebut orang asing. Dia tidak bisa kamu anggap putri!" ucap Kika dengan nada meninggi di akhir kalimat, bersama dengan air matanya yang jatuh karena kecewa dan tak terim
"Bukan aku yang nyebar bukti kejahatan Laudia di sosial media," jawab Aluna rendah. "Kalau bukan kamu, trus siapa?" Vanessa terlihat frustasi. "Mana kutahu." Aluna mengedikkan pundak. Vanessa menatap Kaizen, berniat meminta bantuan pada Kaizen untuk membantunya mencari siapa orang yang telah menyebar video kotor Laudia dengan Dion, serta bukti kejahatan Laudia pada aktor maupun aktris lain. Kaizen sangat hebat menyelidiki ataupun melacak sesuatu, jadi Vanessa sangat yakin kalau Kaizen pasti bisa menemukan orang tersebut dengan cepat. Namun, sebelum dia meminta tolong tiba-tiba saja orang tua Kaizen datang. "Tante." Vanessa langsung menyeru dengan nada serak, berdiri lalu segera menghampiri Naia dengan langkah cepat. "Di mana Mama dan adik kamu, Sayang?" tanya Naia lembut, setelah Vanessa menyalam suaminya dan juga dirinya. Vanessa tak langsung menjawab, memeluk Naia dengan penuh kehangatan untuk melebur rasa cemas, takut, dan duka yang menyelimuti tubuhnya. Selain itu, Vaness






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak