"Gue nggak suka teka-teki, Kenan! Jawab gue, siapa Mr. Jiwa?!" seru Camelia dengan suara serak, tangannya mencengkeram erat seprai kasur yang sudah berantakan. Wajahnya yang baru diseka kasar dengan tisu masih menyisakan rona merah bekas gairah yang bercampur amarah.Kenan yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk putih di pinggangnya, menoleh santai. Dia mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil, lalu menyeringai sinis. "Gue udah bilang, bukan gue. Kuping lo kesumbat cairan gue tadi, hah?""Nggak usah bercanda, brengsek! Lo tahu akun Miss Jiwa gue, lo Lucifer, dan sekarang lo bilang nggak tahu siapa Mr. Jiwa? Lo pikir gue percaya?" cecar Camelia, menahan rasa lemas di kakinya akibat efek obat yang mulai surut.Kenan berjalan mendekati meja rias, mengambil ponsel milik Camelia yang sengaja dia ambil sejak dari mobil, lalu melemparkannya ke atas kasur tepat di hadapan gadis itu.Plak."Gunakan otak lo yang
Read more