"Eryx," suara berat Tiago memecah kesunyian. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu diam tak bergeming seperti itu sejak tadi?" Eryx tidak bergerak, bahkan tidak berkedip. Melihat itu, Ozias akhirnya berbicara lagi. "Paman, kata suster yang menjaganya tadi, sejak Eryx sadar, kondisinya memang sudah seperti itu. Dia sama sekali tidak merespons siapa pun." Tiago menghela napas berat, rahangnya mengeras. Namun, tepat saat Tiago hendak memanggil dokter, bibir Eryx yang kering bergerak sedikit. Suaranya terdengar parau dan sangat pelan, namun sarat akan ketegangan. "Apakah... ayah menghabisi pengawalku?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja, membuat suasana kamar seketika mendingin. Tiago sedikit terkejut, namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. Tiago akhirnya mempercayai Gahensa. Tampaknya pria itu benar. Yang ikut campur urusan menyetir adalah Eryx. Apakah Eryx menjadi tidak bergeming seperti itu karena pengawalnya? Sekarang, apakah Eryx sedang merasa bersalah? "Tidak,
Read more