"Kamu tahu tidak? Tadi itu pemandangan paling aneh yang pernah kulihat, penjaga hutan itu, dia seperti melihat dewa, bukan melihat pangeran yang sekarat," ucap Arlon tertawa kecil, suara seraknya terdengar sangat dekat di telinga Elena."Darah naga itu langka, Arlon, wajar kalau pria seperti dia merasa perlu memberi hormat," jawab Elena, melirik Arlon."Mungkin saja," gumam Arlon, matanya menatap Elena dengan tatapan selidik."Sudah ayo, fokus jalan, atau aku akan meninggalkanmu di sini agar dimakan ular air," ucap Elena, galak."Galak sekali," ucap Arlon terkekeh, namun sedetik kemudian wajahnya meringis menahan panas yang kembali bergejolak di dadanya."Tapi El, terima kasih, soal ide Anggrek Api ini," lanjut Arlon, tulus."Jangan berterima kasih padaku sebelum kita benar-benar menyerahkan bunga itu di Festival Musim Semi," jawab Elena, suaranya sedikit melunak."Ingat, Selena dan Arkan pasti sudah menyiapkan sesuatu yang mewah, kita tidak boleh kalah cuma karena kamu tidak punya cu
Terakhir Diperbarui : 2026-05-10 Baca selengkapnya