Arlon menatap gulungan kertas tua itu, lalu beralih menatap wajah Elena yang masih tampak tegang, dia bisa melihat dengan jelas bagaimana jemari wanita yang biasanya sangat kokoh saat memegang senjata itu kini sedikit bergetar di atas meja kayu."Kalau kamu belum siap, jangan dibuka sekarang, El," ucap Arlon lembut, dia mengikis jarak dan duduk di kursi sebelah Elena.Elena menarik napas panjang, lalu menarik kembali tangannya dari meja."Aku tidak pernah takut menghadapi target pembunuhan sekuat apa pun, Arlon, tapi benda ini, benda ini rasanya lebih menakutkan daripada racun Selena, padahal ini hanya selembar kertas," ucap Elena, menggeleng kan kepala nya lemah."Aku paham,"ucap Arlon mengangguk kan kepala nya."Biar aku yang simpan, aku akan taruh di tempat yang paling aman di kamar ini, tempat yang bahkan tikus istana pun tidak akan bisa menemukannya," lanjut Arlon, tangannya terulur untuk mengambil gulungan kertas menguning itu dengan hati-hati."Taruh di bawah papan lantai dekat
Terakhir Diperbarui : 2026-05-17 Baca selengkapnya