Cahaya matahari pagi musim dingin yang lembut menerobos masuk melalui celah gorden beludru tebal, memantulkan pendaran keperakan di atas ranjang besar kamar utama.Ashyel mengerutkan keningnya sedikit, perlahan membuka mata peraknya. Hal pertama yang ia rasakan adalah pelukan yang luar biasa erat dan posesif. Lengan kekar Aslan mengunci pinggangnya dengan sempurna, sementara kepala sang Duke bersandar dengan nyaman di ceruk leher Ashyel, menghirup sisa aroma stroberi yang manis.Ashyel tersenyum centil. Ia mencoba bergerak sedikit, namun Aslan justru semakin mempererat pelukannya, mengeluarkan geraman rendah dari tenggorokannya."Mau ke mana, Istriku?" bisik Aslan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, matanya masih terpejam namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis."Duke Sayang, matahari sudah tinggi," goda Ashyel manja, jemari lentiknya merayap membelai rahang tegas Aslan yang ditumbuhi rambut-rambut halus tipis. "Seorang dokter harus bangun pagi untuk memer
Last Updated : 2026-06-15 Read more