Laticia benar-benar kehilangan kata-kata. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya berubah sesaat. Ia teringat malam-malam selama badai salju ketika kehadiran Lereg yang berada di sisinya justru membuatnya tidur jauh lebih nyenyak daripada selama bertahun-tahun di Istana Kekaisaran.Melihat keheningan itu, tawa kecil Lereg akhirnya terdengar."Nah," katanya pelan, "diam seperti itu berarti aku benar."Laticia mendecakkan lidah, berusaha menutupi senyum yang nyaris lolos dari bibirnya. "Grand Duke Rudwick," ujarnya sambil menggeleng pelan, "kau mulai terlalu percaya diri.""Bukan percaya diri."Lereg masih menatapnya tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun."Aku hanya mengenal wanitaku dengan cukup baik."Entah karena udara musim dingin atau karena kalimat itu, Laticia merasakan pipinya sedikit menghangat. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah gunung es di kejauhan, berusaha menyembunyikan senyum kecil yang akhirnya benar-benar muncul."Kalau begitu," katanya pelan sambil kembali b
Baca selengkapnya