Di akademi, semua orang terdiam ketika Permaisuri tiba. Anastasia, dalam gaun sutra biru yang elegan, mahkota kecil di kepalanya, berjalan dengan Arlos di sisi kanannya dan Lucian di kiri. “Permaisuri kita sangat cantik,” bisik-bisik di antara siswa dan orang tua. “Dan lihat—dia memegang tangan Pangeran Lucian. Mereka sangat dekat.” Upacara dimulai. Dan ketika nama Lucian dipanggil— “Pangeran Lucian Draven Cassius, Siswa Terbaik Tahun Ketiga”— Anastasia berdiri, bertepuk tangan dengan bangga, air mata mengalir. Lucian berjalan ke panggung, menerima medali emas dan sertifikat. Tapi alih-alih langsung kembali— Dia turun dari panggung, berjalan langsung ke ibunya, dan memeluknya. “Ini semua karena Mama,” bisiknya. “Mama yang selalu percaya pada Lucian.” Anastasia tidak bisa menahan tangisannya. Dia memeluk putranya dengan erat—putranya yang sudah hampir setinggi bahun
Read more