Malam Keintiman Kembali ke istana, kehidupan normal mereka kembali—tapi dengan kualitas baru. Anastasia, sekarang benar-benar sehat, memiliki energi yang belum pernah dia miliki dulu bahkan saat ia masih beumur 17 tahun dan belum melahirkan Lucian, anak pertamanya. Dia tidak hanya bisa mengurus anak-anak dan tanggung jawab permaisuri— Dia juga punya waktu untuk Arlos. Waktu yang berkualitas. Intim. Malam-malam mereka menjadi lebih dalam—bukan hanya fisik—meskipun itu juga, tapi emosional. Mereka akan berbicara sampai larut malam—tentang mimpi, ketakutan, harapan. “Aku takut,” Anastasia mengaku suatu malam, kepalanya di dada Arlos, mendengarkan detak jantungnya yang stabil. “Takut apa?” Arlos bertanya, jari-jarinya bermain dengan rambutnya. “Bahwa ini semua akan hilang. Bahwa ini terlalu sempurna untuk bertahan.” Arlos menariknya lebih erat.
Read More