Makan malam telah selesai, tetapi jamuan belum berakhir. Para pelayan mulai mengangkat piring-piring dan menggantinya dengan gelas-gelas anggur dan hidangan penutup kecil. Musik masih dimainkan, kali ini lebih pelan, lebih lembut, memberi ruang bagi percakapan untuk mengalir ke arah-arah yang tidak bisa berlangsung selama makan berlangsung. Para bangsawan mulai berpindah meja, membangun koneksi, saling menyapa dengan senyum yang sudah terlatih.Rosemary berdiri di dekat meja mereka, satu tangan memegang gelas. Oliver setia di sampingnya—lebih dekat dari biasanya, bahunya nyaris menyentuh bahu Rosemary. Sejak mengetahui kebenaran di toko penjahit, ia jadi lebih waspada, lebih protektif, meskipun ia berusaha keras untuk terlihat normal.“Bangsawan tingginya banyak sekali,” bisik Oliver, matanya memindai ruangan. “Aku tidak bisa membedakan
Baca selengkapnya