Setelahnya Hazel berlari menaiki tangga menuju lantai dua tanpa mengindahkan panggilan Navya. "Hazel!" teriak Navya sekali lagi, tapi Hazel tetap tidak mengindahkan panggilannya, ia terus berlari ke lantai dua hingga hilang dari pandangan Navya. "Astaga Ya Tuhan ... gadis itu kenapa keras kepala sekali," lanjut Navya sambil menatap ke atas berusaha menahan emosi melihat kelakuan Hazel. Navya menghembuskan napasnya kasar lalu berlari mengejar Hazel, ia tidak mungkin membiarkan gadis itu sendirian di lantai dua, bisa-bisa dia yang mati jika Hazel melakukan kesalahan. "Hazel," panggil Navya saat melihat Hazel diam membeku di depan pintu tertutup. Hazel menoleh lalu melambaikan tangannya. "Na, kemarilah suaranya dari dalam sini," tunjuk Hazel ke arah pintu di depannya. Navya berlari mendekati Hazel, lalu bertanya, "Kamu yakin?" Hazel menganggukkan kepalanya. "Iya, aku yakin." "Ya udah kalau gitu kita buka sama-sama, jangan kabur," peringat Navya, Hazel menganggukkan k
อ่านเพิ่มเติม