“Aku menyuruhmu membuangnya, tapi kenapa kamu malah memungutnya?!” Rode berteriak marah ketika melihat Cad kembali dengan menyeret Leon dan membantunya naik ke mobil. Cade tidak menjawab, lanjut menaiki mobil dan melajukannya kembali. “Hei! Jangan abaikan aku!” bentak Rose tepat di samping telinga Cade. “Aku sudah capek-capek memukulinya, tapi apa yang kamu lakukan?!” “Dia punya sesuatu yang kita butuhkan, Rose,” jawab Cade sekenanya. Sementara itu, Leon yang duduk di jok belakang mobil menyandarkan punggungnya untuk melepas letih. Mata bengkaknya belum sembuh, tapi dia masih bisa melihat sosok Rose di jok depan. Melihatnya mengomeli Cade membuat Leon tak sengaja terbahak. Rose langsung menatapnya tajam. Mata memicing. “Apa yang kamu tertawakan?” tanyanya penuh curiga. “Ah, tidak. Bukan apa-apa,” jawab Leon, jelas menghindari pertanyaan Rose, “omong-omong, terima kasih sudah mengizinkanku ikut dalam perjalanan kalian.” Wajah Rose berubah masam dalam sekejap. “Ik
Baca selengkapnya