Berpacu dengan waktu, Cade membuka pintu bagasi belakang, membuat mobil sempat tersentak ke belakang. Kait rantai Thomas masih terpasang di sana, tidak lepas sedikit pun. Menyadari Cade membawa senjata, Thomas menarik rantainya lagi. Kali ini lebih kencang, sehingga Cade yang berada di bagasi yang terbuka tak mampu mempertahankan posisinya. Dia terlempar ke depan, tersungkur di tanah sebelum sempat mengangkat senapannya.“Sial,” umpat Cade, langsung bangkit berdiri walau luka di sekujur tubuhnya terasa tambah nyeri.Cade berniat menembak kepala Thomas dalam sekejap. Namun, begitu senapannya teracung, moncong senapan lain juga tertuju ke arahnya. Thomas mengangkat pistolnya tanpa goyah, menyisakan satu tangan lain yang menahan rantai mobil.‘Dia benar-benar monster,’ batin Cade, mulutnya sedikit terbuka saking terperangahnya.Thomas memang tak layak disebut manusia. Dia bahkan mampu menahan sebuah mobil besar dengan satu tangan saja.“Jangan kira kamu bisa menumbangkanku, Cade,”
Read more