Ketika langkah kaki Raka semakin dekat, Kiran akhirnya bersuara dengan wajah pucat, "Raka, berhenti atau aku akan berteriak."Tanpa diduga, Raka langsung menghentikan langkahnya. Dia menatap Kiran sejenak, kemudian berkata, "Jangan melakukan hal yang sia-sia untuk memancing kemarahanku. Lebih baik kau istirahat agar kita bisa ke bandara pagi-pagi.""Aku hanya ingin meminta ponselku. Kau tidak berhak mengambilnya.""Aku akan memberikannya besok." Kiran ingin memprotes keputusan Raka, tapi pria itu sudah lebih dulu berbalik dan keluar dari kamar itu."Raka, kau akan menyesal karena membawaku kembali. Aku akan membuatmu marah dan kesal sampai kau mau melepaskanku."Karena tidak mendapatkan ponselnya, Kiran akhirnya berjalan menuju ranjang dengan wajah lesu, lalu merebahkan diri. "Raka, brengsek!"Sementara orang yang sedang Kiran maki di dalam kamar, baru saja selesai bertukar pesan dengan seseorang. Dia meletakkan ponselnya di meja, lalu menoleh pada Doni yang sedang menikmati secangki
Read more