Pukul 11 malam, ponsel Kiran berbunyi. Ada sebuah pesan masuk. Kiran yang sedang duduk bersandar di ranjang sambil menonton televisi langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas. [Kiran, berikan alamat barumu. Rencananya, aku akan pulang lusa ke Indonesia.] Itu adalah pesan dari Glen. Bersamaan dengan masuknya pesan itu, pintu kamar terbuka, detik selanjutnya muncul Raka dari balik pintu. Tatapan keduanya bertemu. Namun, Raka langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil berjalan masuk ke dalam kamar. Kiran sedang duduk di ranjang, tampak menatap penampilan Raka dengan dahi berkerut. Kemejanya tampak kusut, lengan kemejanya di gulung dengan asal, rambutnya dibiarkan berantakan, dan wajah sebelah kirinya terlihat memerah. Jarang sekali dia melihat penampilan Raka yang berantakan seperti itu. "Kamu dari mana?" tanya Kiran, kemudian turun dari ranjang, lalu menghampiri pria itu. "Aku menunggumu sejak tadi." Setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja Kiran mengerutkan
Read more