"Kalau begitu, cerai saja. Daripada saling menyakiti, lebih baik kalian berpisah." Mata hitam Raka seketika berkilat. "Aku tidak akan melepaskannya. Dia harus menebus kesalahannya dulu padaku." "Setelah Kiran menebusnya, apa kamu akan membiarkannya pergi?" Tanpa pikir panjang, Raka langsung menjawab, "Tentu saja tidak." Gery menggeleng lemah, kemudian berkata, "Kenapa? Tidak rela dia pergi? Takut kehilangannya?" Gery melemparkan senyuman menggoda ketika menanyakan itu. "Jangan bicara omong kosong. Aku menahanya hanya karena ingin membalaskan dendam. Apa kamu lupa, alasan aku menikahinya?" "Tentu saja aku ingat," jawab Gery mantap. "Kau bilang, sengaja menikahinya hanya untuk menyiksanya. Tapi yang aku lihat, dia yang menyiksamu, bukan kau yang menyiksanya." "Itu hanya menurutmu," jawab Raka acuh tak acuh. "Memang itu kenyataannya. Selama ini, kau berusaha menyiksanya dengan kebencian, tapi dia justru menyiksamu dengan cinta." Dari luar, memang sepert
Read more