Luke berteriak ketika di seret paksa, doa memaki dan juga mengumpat Aleska serat Gaharu. Melihat kepergian Luke membuat Aleska bernapas lega. Tapi tiba tiba tubuhnya menegang ketika sebuah pelukan hangat menyentuhnya. Siapa lagi jika bukan Gaharu. Gaharu menaruh kepalanya di pundak Aleska. Mengeratkan pelukannya pada pinggang Aleska. "Sayang, apa kau sudah lega?" Aleska mengangguk, meskipun menahan gemuruh di dadanya karena mengingat semua kelakuan Luke dan juga Asila. "Om lepas dulu, senang sekali Om peluk peluk aku. Nanti kalau ada yang melihat bagaimana?" protes Aleska. Tapi bukan Gaharu jika dia tak membuat Aleska kesal terlebih dahulu.. Cup.... "Jangan mengomel terus sayang, kau cepat tua nanti." Mata Aleska membola, dia lalu mencubit lengan Gaharu yang masih melingkar di perutnya. "Harusnya aku yang bilang begitu, Om Aru jangan. mesum mesum nanti cepat tua." Gaharu langsung melepas pelukannya pada Aleska, dia membalik tubuh Aleska yang meliha
Magbasa pa