"Kita akan ke sana."Dominic mulai menurunkan ketinggian helikopternya. Setelah memutar arah, ia mengarahkan pesawat itu menuju sebuah helipad yang tersembunyi di tengah hamparan padang rumput. Baling-baling masih berputar kencang ketika helikopter perlahan melayang rendah, lalu mendarat dengan mulus hingga kedua skid-nya menapak sempurna di permukaan helipad.Bahkan sebelum mesin benar-benar mati, Catriona sudah tak sabar. Ia melepas headset, kemudian membuka sabuk pengamannya dengan tergesa."Sabar, Honey," tegur Dominic sambil meliriknya sekilas.Namun, antusiasme Catriona sudah tidak bisa dibendung. Ia sudah bersiap membuka pintu, seolah takut kehilangan sesuatu yang telah lama dinantikannya.Dominic hanya menggeleng pelan. Setelah memastikan baling-baling berhenti berputar dan mesin benar-benar dimatikan, ia membuka pengunci pintu.Begitu pintu terbuka, Catriona langsung melompat turun."Benar-benar tidak sabaran," gumam Dominic sembari tersenyum tipis.Tatapannya mengikuti sosok
Read more