"Ini milikmu?" tanya Arkan, menuntut jawaban.Kiana terdiam seribu bahasa. Ia membayangkan wajah Soraya melintas di benaknya. Wanita kejam itu pasti akan melakukan apa saja demi bisa mencapai tujuannya, termasuk nekat membunuh ibunya.Tidak, aku tidak boleh gugup. Kalau aku terlihat panik, nyawa Ibuku akan jadi taruhannya. Jika Tuan Arkan sampai tahu kalau akulah wanita di malam itu, maka Nyonya Soraya tidak akan tinggal diam. Dan aku yakin, dia pasti sudah tahu tentang kehamilanku, batin Kiana.Kiana pura-pura mengerutkan keningnya. Dia perlahan mengulurkan tangan, berniat ingin meraih benda tersebut untuk memeriksanya lebih dekat, namun Arkan dengan segera menjauhkan perhiasan itu darinya."Katakan, apa ini benar milikmu?" desak Arkan, menuntut kejujuran.Kiana menggeleng mantap. "Tidak, Tuan. Saya tidak pernah memiliki gelang seperti itu.""Jangan bohong, Kiana," serang Arkan lagi, nadanya meninggi demi menekan mental istrinya."Untuk apa saya berbohong sama Anda, Tuan? Lagipula, i
Última atualização : 2026-07-13 Ler mais