Ternyata Dara tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan mampir ke sebuah toilet umum. Di dalam bilik toilet, dia membuka jilbab dan gamis panjangnya. Siapa sangka, di balik pakaian tertutup itu, Dara ternyata sudah siap mengenakan pakaian yang sangat seksi. Dara menatap pantulan dirinya di cermin sambil tersenyum sinis. Dasar laki-laki sok alim, mau dicium dan dipegang saja tidak mau. Maaf ya, Sayang, kamu itu terlalu suci dan sama sekali nggak cocok buat aku. Tapi... kalau uangmu sih, jelas sangat cocok dong. Selama kamu masih mengisi rekening yang aku pegang, kamu akan tetap jadi pilihan nomor satu untukku, batin Dara sambil tertawa licik. Setelah selesai bersolek dengan penampilan barunya yang berani, Dara langsung keluar dari toilet tersebut. Tujuan wanita itu berikutnya adalah sebuah hotel mewah. Di hotel itulah, Hendra, kekasih gelapnya, sudah setia menunggu. Sesampainya di hotel, Dara langsung naik ke lantai atas dan menuju nomor kamar yang sudah diberikan oleh Hendra
Terakhir Diperbarui : 2026-07-17 Baca selengkapnya