“Kiara....”Gadis itu menggeliat, matanya terbuka perlahan-lahan. “Om, udah pulang?” Suaranya parau, pasti tidurnya nyenyak sekali.“Ngantuk, ya? Lanjut aja tidur lagi, saya cuma mau antar makan siang dan donat—““Om tahu gak sih, aku nungguin Om daritadi. Katanya Om mau nemenin aku seharian? Tapi kenyataannya malah sibuk sendiri. Aku kesepian banget, Om. Gak ada yang seru juga di tv, yang ada aku malah lihat berita tentang Om Juan dan Tante Valisa terus,” katanya mengeluh.Aku menghela napas, meletakkan makanan di atas meja, lalu merengkuh gadis itu dalam pelukan. “Saya benar-benar gak bisa ninggalin kerjaan. Saya minta maaf, Kiara. Saya gak bisa milih kamu sekarang.”Gadis itu nampak lesu, tak membalas perkataanku ia malah mengambil kantung donat yang baru kuletakkan. “Ini semua buat aku?”“Iya, kamu pasti lapar, kan? Saya sempatkan tinggalkan meeting sebentar untuk balik ke sini. Jadi kamu harus makan semuanya. Saya temani sampai habis, setelah itu baru saya balik lagi ke kantor.”
閱讀更多