Kaelen tampak ragu, seolah jika ia menurunkan kewaspadaannya sedikit saja, sesuatu yang buruk akan terjadi. Namun, melihat tatapan memohon dari Thalassa, ia akhirnya menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya pada kursi, meski tangannya tetap menggenggam ujung gaun tidur Thalassa. Thalassa bangkit berdiri sebentar untuk mengambil sisir dan handuk kecil yang bersih. Ia kembali duduk di dekat Kaelen, mulai menyisir rambut pria itu yang biasanya tertata rapi namun kini berantakan. "Kau harus berjanji padaku satu hal," ucap Thalassa pelan sambil menggerakkan sisir dengan hati-hati. "Apa?" tanya Kaelen, matanya terpejam menikmati sentuhan tangan istrinya di rambutnya. "Malam ini, kau harus tidur. Setidaknya beberapa jam. Jika kau jatuh sakit karena kelelahan, siapa yang akan menjagaku sesigap dirimu?" Thalassa menggunakan logika yang ia tahu akan diterima oleh pikiran posesif Kaelen. Kaelen membuka matanya, menatap Thalassa dengan pandangan yang sulit diartikan. "Aku tidak su
Read more