Kedatangan Azalea cukup disambut baik, pemuda itu menoleh dan membalas dengan senyuman. "Siapa namamu? Santai saja," kata pemuda bernama Irvan. "Panggil saja aku Aza." Azalea sengaja membuat nama panggilan baru, ia hanya iseng membedakan nama panggilan di tempat kerja dan di keseharian. Irvan manggut-manggut, ia tiba-tiba menarik tangan Azalea dan membawanya mendekat ke meja biliar. "Tidak perlu pesan apa pun, aku ingin langsung bermain. Apa kamu juga bisa?" "Sedikit," ujar Azalea sambil mengambilkan cue atau stik biliar dan memberikannya pada Irvan, bola sudah tertata di meja. Azalea lalu berdiri di samping Irvan yang mulai bermain sendiri, karena teman-temannya belum datang. Pemuda itu terus mengajak Azalea mengobrol. "Kamu anak baru ya? Kok, aku baru liat." Teman Irvan yang baru datang langsung nimbrung. Mereka berjumlah tiga orang, empat dengan Irvan. "Ini punyaku," kata Irvan posesif, ia terkekeh sambil menarik pinggang Azalea agar lebih dekat dengannya. Mereka pun tert
Read More