Tidak hanya Naura, Azalea juga menunggu ucapan Zayn. Sayangnya, lelaki itu bukan seseorang yang bisa didesak. "Kamu--" Zayn menunjuk Azalea dengan tatapan tajamnya, lalu berganti pada Ezra. "Kalian berdua bisa keluar.""Zayn--" Azalea masih ingin di sana, namun Ezra segera menarik lengannya, lalu membawa Azalea keluar tanpa menunggu. Ia patuh dengan perintah Zayn yang ia tebak hendak bicara serius dengan Naura. "Ezra, berhenti! Aku masih penasaran Zayn mau bilang apa!" "Itu bukan urusanmu, Lea! Kalau Zayn memerintah keluar, itu berarti karena pembicaraan itu khusus untuk mereka berdua," jelas Ezra menahan Azalea untuk tidak menguping. Azalea menoleh ke arah pintu sekilas, dengan berat ia pun melangkah pergi. ***Azalea terduduk, ia melihat ke arah layar ponselnya. Sejak tadi menunggu pesan baru, namun tidak ada satu pun yang masuk terutama dari Zayn. Di jam pulang, Azalea menunggu di depan gerbang. Ia berharap Zayn lewat lalu menawarinya tumpangan. Namun hingga sekolah sepi, ia
閱讀更多