"Zayn?" Azalea buru-buru menegakkan tubuhnya. Ia berdiri gugup. "Aku tidak ceroboh, tapi suara itu memang mengagetkanku!" elak Azalea dengan sedikit ketus. Sementara seseorang yang memanggil itu tidak menampakan dirinya, hanya teman iseng. Zayn tersenyum miring, ia melihat ke arah jam di tangannya. "Latihan hari ini selesai, terimakasih untuk kerjasamanya!" kata Livia pada semua timnya termasuk Azalea yang menoleh dan mengangguk. Azalea buru-buru ingin berkemas ke ruang ganti, setelah pamit pada Zayn yang masih berdiri di sana.Keluar dari ruang ganti, ia berniat untuk langsung pulang, namun ada Zayn yang menunggu. "Zayn, tadi aku sudah mengirim pesan. Aku harus langsung pulang. Kalau mau memberiku tugas, besok saja," mohon Azalea. "Aku antar pulang." Azalea menggeleng cepat. "Tidak perlu, Zayn. Tidak ada kegiatan apa pun yang akan kulakukan. Aku tidak mau merepotkanmu," tolak Azalea cepat. Seperti biasa, Zayn tidak mendengarkannya. Zayn langsung berjalan ke tempat parkir. Di
Magbasa pa