Share

Bab 99 Terungkap

Penulis: Ratu As
last update Tanggal publikasi: 2026-06-29 08:51:00

"Lea, sebentar. Sepertinya aku harus menyusul Zayn." Ezra berdiri. Ia membaca pesan singkat yang Zayn kirim.

"Kamu juga mau menemui Naura--"

"Jaga dirimu baik-baik, kalo ada apa-apa bisa chat aku atau Zayn!" potong Ezra cepat, ia tidak menunggu pertanyaan Azalea dan langsung berlari keluar.

Ezra terlihat tergesa-gesa.

Di ruangan itu, terasa semakin sepi. Azalea menghela napas, ia lemas tapi tidak bisa tenang. Ia terus kepikiran soal ibunya. Ia teringat dengan kepala ibunya yang terbentur mob
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 148 Alya Tersingkir

    Azalea duduk dengan canggung di ruang tamu. Meskipun rumah ini luas dan mewah, ia justru merasa seolah sedang dijebak di dalam sangkar yang menyesakkan.​Marvel dan Marta duduk berdampingan di hadapannya. Sebelum memulai pembicaraan inti, mereka bahkan sempat menyuguhkan berbagai macam minuman segar dan camilan manis untuk menjamu Azalea. Sebuah keramahan mendadak yang terasa sangat palsu di mata gadis itu.​"Bu Marta, Pak Marvel, bisakah langsung ke inti pembicaraan saja? Apa sebenarnya yang ingin kalian katakan?" tanya Azalea langsung tanpa basa-basi. Ia sudah tidak sabar dan enggan berlama-lama terjebak dalam kecanggungan di rumah ini.​Marvel berdeham pelan untuk mencairkan suasana. Melalui sebuah kode mata, ia mengisyaratkan kepada istrinya untuk mengeluarkan dokumen yang sejak tadi disimpan.​"Lea, ini adalah surat hasil tes DNA antara kamu dan Pak Marvel. Dokumen medis ini menyatakan secara akurat bahwa kalian adalah aya

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 147 Rumah yang Mewah dan Megah

    "Zayn, kenapa tiba-tiba membahas itu?" Azalea menatap Zayn lebih lekat. Sementara Zayn juatru memalingkan tatapannya. "Tidak apa. Aku hanya kasihan." Azalea menghela napas. Ia lalu mengangguk. "Aku akan pertimbangkannya dulu." Zayn membalas dengan anggun kecil lalu memerintah Azalea untuk keluar. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Azalea melangkah dengan kaki yang terasa berat, ia menoleh sekilas sebelum benar-benar menjauh namun ia lihat Zayn yang tidak lagi menatapnya. ***Siangnya, Azalea berjalan ke arah gerbang sekolah seorang diri. Ia berniat untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, di depan sana lagi-lagi tampak sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu gerbang utama.​Langkah Azalea seketika melambat saat ia menyadari mobil milik siapa itu. Sayangnya, ia sudah terlanjur terlihat dan tidak bisa menghindar lagi.​"Lea, kemarilah!" panggil Marvel yang bergegas keluar dari dalam mobil. Ia tidak sendiri, melainkan bersama Marta. Hubungan suam

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 146 Tinggal di Panti Asuhan?

    Bukankah seharusnya Zayn tahu kalau ibunya meninggal? Namun, hingga tengah malam berlalu, tidak ada satu pun kabar atau pesan singkat dari lelaki itu. Apakah ia memang sesibuk itu?​Sebenarnya Azalea tidak ingin memikirkan hal itu, tetapi entah mengapa hatinya merasa gelisah dan rasa sedihnya kian menumpuk. Meski sebelumnya Azalea sudah bertekad untuk tidak terlalu bergantung dan terbawa perasaan, nyatanya ia tetap tidak bisa membohongi rasa sakit di dadanya saat membayangkan Zayn ternyata lebih peduli dan memberikan perhatian penuh pada wanita lain.​Dua hari berlalu. Azalea akhirnya memutuskan untuk kembali berangkat sekolah dengan wajah lesu dan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur.​Jeje langsung menyambut kedatangannya dengan penuh perhatian. Sebagai sahabat, ia tahu betul bahwa Azalea masih berada dalam masa berkabung yang berat.​"Lea, Zayn memanggilmu ke ruang eksklusif," kata Ezra menghampiri meja Azalea begitu melihat gadis itu sudah berada di kelas.​Azalea langs

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 144 Berkabung

    Perasaan Azalea sudah diliputi cemas dan tidak enak sejak kehadiran Marta di rumah sakit, namun ia tidak ingin berpikir macam-macam saat ini. Fokusnya sepenuhnya tercurah untuk mendiang Dina yang kini harus segera dimakamkan.​Meski Azalea sebatang kara, untung saja proses pemakaman berjalan lancar karena dibantu oleh banyak pihak, termasuk beberapa teman sekolah yang datang melayat. Marvel dan Marta bahkan ikut mendampingi hingga seluruh proses pemakaman selesai. Bisa dibilang, pasang suami istri itulah yang paling banyak membantu mengatur segala keperluan administrasi dan pemakaman.​Kini, Azalea didampingi oleh Jeje, masih duduk bersimpuh di dekat gundukan tanah yang masih basah itu. Azalea tidak lagi menangis, karena sejak tadi terus terisak, air matanya seolah sudah habis tak bersisa. Ia hanya diam termenung, menatap sendu taburan bunga segar di depannya.​"Kamu pasti bisa bertahan dan menghadapi semuanya. Kamu tidak sendiri kok, masih ada aku," bisik Jeje coba menenangkan, mer

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 144 Azalea Histeris

    ​Marvel melihat istrinya yang tampak sangat terkejut sekaligus terluka akibat kalimat kejam yang baru saja dilontarkannya. Ia pun segera tersadar bahwa tidak seharusnya ia berbicara sekasar itu jika ingin membujuk Marta.​"Marta," Marvel kembali merendahkan suara, mencoba meredam ketegangan. "Maaf, bukan maksudku berkata seperti itu... Kita sudah sama-sama tua. Untuk apa lagi memikirkan perceraian? Menurutku, itu sama sekali tidak ada gunanya. Kenapa kita tidak fokus saja pada karier dan mempersiapkan masa senja kita nanti?"​Marvel terus mencoba membujuk. Lelaki itu memang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah emosinya dalam sekejap, berupaya bicara selembut mungkin demi membuat suasana hati Marta mereda.​Namun, Marta hanya memalingkan wajahnya dengan dingin, enggan menatap wajah sang suami.​"Aku berjanji akan jujur mulai sekarang. Bahkan, semua kebohongan yang pernah aku lakukan di masa lampau, aku akan mengatakannya semua kepadamu!" Marvel melangkah maju, lalu meraih jema

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 143 Lelaki Manipulatif

    Napas Marvel memburu. Darahnya seolah mendidih ke ubun-ubun melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya. Tanpa membuang waktu lagi, ia menendang pintu kayu itu hingga terbuka lebar dan membentur dinding dengan suara dentuman keras.​BRAK!​Marta dan Bram sontak terlonjak kaget. Pria muda itu dengan cepat menarik tangannya menjauh dari tubuh Marta, wajahnya mendadak pucat pasi seperti mayat.​"Lancang sekali kamu!" bentak Marvel dengan suara menggelegar. Ia melangkah cepat, lalu mencengkeram kerah kemeja Bram dan menyentakkannya kasar ke arah pintu. "Keluar dari sini sebelum saya hancurkan kamu! Keluar!"​Bram yang ketakutan tidak berani membantah. Ia buru-buru memungut pita ukurnya yang terjatuh di lantai, lalu lari tunggang-langgang meninggalkan ruangan tanpa berani menoleh lagi.​Setelah pintu tertutup, suasana ruangan mendadak mencekam. Marvel berbalik menatap istrinya dengan dada naik-turun menahan murka. Sementara itu, Marta perlahan turun dari meja kerja dengan sangat te

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status