Langkah Emily terhenti sepenuhnya. Udara di koridor yang sunyi itu mendadak terasa berat dan mencekik.Sedetik kemudian, Emily membuang muka, menghindari tatapan Olivia dan mencoba berjalan melewati wanita itu.Namun, Olivia dengan cepat bergeser, kembali memblokir jalan Emily. Dada wanita itu naik-turun dengan cepat, napasnya memburu, dan matanya memancarkan kilat kebencian yang luar biasa pekat."Kau menghancurkan hidupku," desis Olivia, suaranya bergetar menahan amarah yang meluap-luap.Kening Emily berkerut dalam. Ia menatap Olivia dari atas ke bawah. "Apa?""Kau mendengarku, Emily!" suara Olivia mulai meninggi, menggema memantul di sepanjang dinding lorong yang sepi. "Kau telah menghancurkan segalanya! Semua rencanaku, masa depanku, kau hancurkan begitu saja!""Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan," balas Emily tajam, mempertahankan raut wajah datarnya. "Jika kau punya masalah, selesaikan sendiri. Jangan melimpahkan masalahmu padaku.""Kau... kau seharusnya h
Baca selengkapnya