Brak!Begitu pintu bilik itu tertutup, keheningan kembali tercipta. Bumi dan Vania saling melempar pandang selama beberapa detik dalam kecanggungan yang menggelitik. Namun, sedetik kemudian, ketegangan itu pecah. Mereka berdua tertawaa—sebuah tawa lirih yang sarat akan rasa geli dan adrenalin akibat aksi nekat yang baru saja tepergok."Ayo keluar, sebelum nenek itu menyiram kita dengan air buangan toilet," bisik Bumi geli, merangkul pinggang Vania untuk membantunya merapikan pakaian dan tasnya yang sempat jatuh.Begitu mereka melangkah keluar dari toilet, seorang perawat pribadi kepercayaan dokter Gunawan ternyata sudah berdiri menunggu di koridor dengan senyum maklum yang sopan."Nyonya Vania, Tuan Bumi, dokter Gunawan sudah menunggu hasil tes Anda di dalam ruangan," ujar perawat itu dengan nada ramah, seolah-olah ia tidak mendengar keributan kecil di dalam toilet tadi.Vania menyerahkan alat tes tersebut dengan tangan yang kini sudah jauh lebih tenang, lalu mereka berdua berjalan be
อ่านเพิ่มเติม