Setelah melihat mobil keluarga Bita menghilang di ujung jalan kompleks, Vino meraih kunci motornya. Ia menyalakan mesin, lalu melajukannya keluar kompleks tanpa tujuan yang jelas. Vino hanya ingin mencari angin. Siapa tahu dengan terus melaju, pikirannya tak lagi sibuk menerka-nerka bagaimana suasana makan malam di rumah Fero. Atau membayangkan percakapan-percakapan yang, entah mengapa, tak ingin ia bayangkan sama sekali. Motor itu terus melaju, berbelok ke beberapa ruas jalan yang bahkan tak benar-benar Vino sadari. Hingga tanpa sengaja, pandangannya menangkap sebuah mobil yang berhenti di bahu jalan. Di samping mobil itu, seorang pria berpenampilan lusuh tampak mencengkeram pergelangan tangan seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri. "Lepasin aku!" Suara perempuan itu terdengar panik. "Nggak!" bentak pria itu sambil menariknya semakin kasar. "Kasih tahu bapak sekarang j
อ่านเพิ่มเติม