Dua hari berlalu dengan cepat. Zoey akhirnya bisa masuk kerja lagi. Jujur, lebih baik dia kerja dan menghabiskan waktunya di rumah sakit, daripada harus diam di rumah. Karena di rumah dia tidak tenang. Orangtuanya sudah meninggal, sekarang dia hanya tinggal dengan tante dan sepupunya yang sifat mereka tidak baik. Meski begitu, dua hari belakangan ini Zoey merasa senang. Meski bingung, tapi dokter Elang, dokter yang diam-diam dia kagumi itu terus menanyakan kondisinya. Siapa perempuan yang tidak senang coba, saat laki-laki populer di rumah sakit tiba-tiba peduli tentang kondisi kita? Meski Zoey tahu tindakan dokter Elang itu hanya sebatas dokter ke pasiennya, tapi dia tetap senang. Ia melangkah masuk ke dalam rumah sakit besar itu dengan langkah pasti. Anehnya, entah kenapa ia merasa para staf, perawat dan beberapa dokter yang ia lewati terus memperhatikannya dengan ekspresi yang tidak senang. "Lihat, kemaren dia berakting lemah sampai-sampai dokter Elang gendong dia. Sekarang,
Read more