Saka memang pandai sekali menjungkir balikkan perasaan Ica.Baru kemarin dia merasa disayang dan diperhatikan meski bukan cinta yang dia harapkan tapi tetap saja dia sudah bahagia apalagi pernikahan mereka masih tahap awal. Atapi hari ini, semuanya menjadi kacau hanya karena masalah yang tak jelas. “Sudahlah aku hanya ingin mengingatkanmu saja untuk lebih sopan pada para tetangga kita hidup di desa, aku kira kamu juga tahu karena kamu juga berasal dari desa.” Ica menatap Saka dengan pandangan kecewa, tapi sama sekali tak mengatakan apapun, membuat Saka melanjutkan kalimatnya “Dulu mungkin hanya bapak dan ibu yang bersosialisasi dengan tetangga, tapi sekarang kamu istriku, nyonya rumah ini bukan anak-anak lagi.” Saka mengambil nasi di dua piring sekaligus, satu dia berikan pada Ica satu lagi untuk dirinya sendiri. Tapi Ica masih diam, dia tidak ingin makan. Usahanya sampai terpeleset jatuh ke kolam terasa sia-sia. Menjelaskan juga percuma kalau Saka lebih percaya orang lain dar
Baca selengkapnya