"Sembunyi, Dru... Tolong sembunyi!" bisik Laras panik luar biasa. Tangannya mendorong dada bidang Badru, mencoba membebaskan diri.Liang hangat Laras yang mendadak menjepit sangat ketat karena panik justru membuat Badru menggeram pelan.'Gila, jepitannya makin kencang. Kalau langsung cabut sekarang, cairan saya pasti tercecer ke mana-mana,' batin Badru, menahan gejolak di dadanya.Plak!Badru menepuk pelan paha mulus Laras agar wanita itu menenangkan diri, lalu perlahan menarik mundur pinggulnya.Sluuurp...Kejantanannya yang basah kuyup terlepas dari liang Laras, menyisakan cairan hangat yang langsung meleleh membasahi sprei. Badru dengan cepat meraih celana kargonya di lantai dan memakainya tanpa sempat mengancingkan ritsleting dengan sempurna."Tenang, Teh. Jangan panik. Pakai pakaian Teteh dulu, temui Abah di depan," bisik Badru tegas namun tenang. Matanya dengan sigap melirik sekeliling kamar, mencari tempat persembunyian yang aman.Tok! Tok! Tok!"Laras! Kamu tidur atau gimana,
Baca selengkapnya